Lewat Karawitan, SDN Blimbing Mandiraja Lestarikan Budaya dan Tanamkan Nilai Luhur pada Siswa

BANJARNEGARA,banjarnegara.iNews.id — Seni karawitan, musik tradisional Jawa yang menggunakan tangga nada slendro dan pelog dengan instrumen gamelan maupun suara vokal, kini diperkenalkan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. Di SD Negeri Blimbing, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, seni karawitan diajarkan kepada siswa sebagai upaya melestarikan budaya asli Indonesia.
Pembelajaran karawitan ini dilakukan melalui wadah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema bertajuk 'Sekar Semut yang Dipuja' atau seni karawitan sebagai seni musik tradisional yang berkembang di pulau Jawa.
Tema ini dipilih karena karawitan dianggap memiliki filosofi mendalam tentang kehidupan manusia, dengan nuansa kelembutan dan keharmonisan. Dua guru yakni Heri Trilistiani dan Mar’atun Solechah mendapat tugas dari kepala sekolah dan bekerja keras membimbing siswa-siswi agar mampu memahami dan memainkan alat musik tradisional.
Heri Trilistiani, guru kelas III SD Negeri Blimbing sekaligus pendamping Fase B pada kegiatan P5 mengatakan, seni karawitan tidak hanya mengasah keterampilan bermusik, tetapi juga membentuk karakter siswa. "Dengan seni karawitan, mental anak-anak akan lebih lembut, bersahaja, dan terlatih bekerja sama menjaga ritme dan kekompakan," ujar Heri.
Menurut Heri, latihan karawitan dilakukan secara intensif, baik pada hari Sabtu dengan pelatih profesional maupun pada hari-hari biasa di bawah bimbingan guru kelas. Dengan penuh kesabaran, para guru membantu anak-anak menghafal dan mempraktikkan instruksi dari pelatih agar permainan gamelan terdengar harmonis dan selaras. Semangat melestarikan budaya lokal menjadi motivasi utama pelaksanaan program ini.
"Siswa tidak hanya diajarkan teknik memainkan gamelan, tetapi juga diberikan pemahaman tentang filosofi karawitan sebagai seni yang mengajarkan keharmonisan dan kebersamaan," katanya.
Kepala SD Blimbing Kecamatan Mandiraja, Murti Handayani mengatakan melalui kegiatan P5 Fase B ini, siswa tidak hanya mahir memainkan alat musik tradisional, tetapi juga semakin mencintai budaya Jawa. "Program ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam menjaga kekayaan seni dan tradisi Indonesia agar tetap hidup di tengah arus modernisasi," katanya.
Menurut Murti, saat ini SD Negeri Blimbing masih menggunakan kurikulum merdeka yang di dalamnya terdapat 20% kegiatan kokurikuler yang kemudian diisi dengan pembelajaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). "Untuk semester ini kami mengambil tema kearifan lokal. Kemudian bersama tim pelaksana P5 kami menyusun modul projek yang mana untuk Fase B (kelas 3 dan 4) kami beri judul SEKAR SEMUT YANG DIPUJA ini merupakan kepanjangan dari Seni Karawitan sebagai seni musik tradisional yang berkembanga di Pulau Jawa," katanya.
Murti berharap agar seni karawitan dapat terus berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. "Tidak hanya sekadar melestarikan, tetapi juga membangkitkan rasa bangga terhadap budaya lokal yang penuh makna," katanya.
Editor : Adel