Suasana Lebaran di Rutan Banjarnegara, Ada Rindu yang Tertahan Antara Jeruji Besi dan Hati

BANJARNEGARA,banjarnegara.iNews.id – Lebaran di balik jeruji bukan sekadar perayaan. Ia adalah pengingat bahwa kasih sayang keluarga tak pernah mengenal batas. Di tengah keterbatasan, ada harapan yang tak padam: kesempatan untuk memulai lembaran baru. Lebaran menjadi momen sakral bagi umat Islam untuk merayakan kemenangan dan merajut kembali silaturahmi yang terputus.
Namun, bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banjarnegara, perayaan Idulfitri tak sekadar gema takbir dan kebersamaan, Hari Raya juga membawa haru dan doa-doa pengampunan.
Sejak pagi buta, antrean panjang terlihat di ruang Layanan Pemasyarakatan Rutan Banjarnegara. Sebanyak 264 pengunjung, datang dari berbagai penjuru, berbaris dengan sabar demi sejenak bertemu orang-orang tercinta yang tengah menjalani pembinaan. Senin (31/3) itu, jeruji besi tak mampu meredam rindu.
Kepala Rutan Banjarnegara, Bima Ganesha Widyadarma, menyatakan pihaknya memberikan kelonggaran khusus selama Idulfitri. "Kami memahami betapa berharganya momen ini bagi warga binaan dan keluarga mereka. Maka, kami memberikan waktu kunjungan ekstra hingga 2 April 2025," ujarnya.
Tak hanya kunjungan, Rutan Banjarnegara juga menggelar salat Id berjamaah dan berbagai kegiatan keagamaan. Harapannya, momentum ini bisa menjadi titik balik bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat.
Pengamanan diperketat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. "Kami ingin momen Lebaran ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berperilaku baik dan menata masa depan yang lebih baik," tambah Bima.
Di ruang kunjungan, suasana berubah syahdu. Tatapan penuh harap dan sesenggukan air mata menghiasi pertemuan singkat itu. Momen sungkeman menjadi puncak emosi pelukan erat, permintaan maaf, dan doa bersama menjadi satu yang tak terlewatkan.
SR (45), salah satu pengunjung, menempuh perjalanan jauh demi bertemu suaminya yang sudah dua tahun menjalani pembinaan. "Meski hanya 30 menit, bertemu langsung dengannya di hari Lebaran adalah anugerah. Setidaknya kami bisa melepas rindu dan berdoa bersama," ungkapnya sambil menyeka air mata.
Editor : Adel