get app
inews
Aa Text
Read Next : Buya Yahya Raih Gelar Psikologi di Wisuda ke-92 Unissula Semarang

Keistimewaan Nuzulul Quran, Saat Cahaya Ilahi Menyinari Langit Dunia

Sabtu, 15 Maret 2025 | 05:37 WIB
header img
Al Quran, Kitab Suci Umat Islam

BANJARNEGARA, banjarnegara.iNews.id - Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW untuk pertama kalinya. Peristiwa ini terjadi pada malam ke-17 Ramadhan di Gua Hira, Mekah. Kata "nuzulul" berarti turun, sedangkan "quran" berarti Al-Qur'an. 

Menurut Pendiri dan Pembina Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al Bahjah pusat di Cirebon KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang lebih dikenal dengan nama Buya Yahya, umat Islam di seluruh dunia memperingati peristiwa besar turunnya Al-Quran atau Nuzulul Quran pada 17 Ramadan. 

Peringatan ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan umat tentang pentingnya menurunkan Al-Quran ke dalam hati, bukan hanya sebatas hafalan atau bacaan semata.

Buya Yahya, dalam tausiyahnya yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya, menyampaikan bahwa turunnya Al-Quran adalah peristiwa dahsyat yang perlu direnungkan secara mendalam. Buya mengingatkan bahwa Al-Quran bukan sekadar kitab suci, melainkan pedoman hidup yang wajib dihayati dan diamalkan oleh setiap Muslim.

"Kemuliaan hidup sesungguhnya adalah ketika seseorang berpegang teguh pada Al-Quran. Jangan sampai kita hanya membaca dan menghafalnya tanpa memahami dan mengamalkan isinya," ujar Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, para ulama tafsir menjelaskan bahwa Nuzulul Quran terjadi dalam tiga tahap yaitu : 
-. Tahap pertama adalah turunnya Al-Quran dari Allah SWT ke Lauhul Mahfudz. Hanya Allah yang mengetahui hakikat Lauhul Mahfudz tersebut. 
-. Tahap kedua adalah turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada bulan Ramadan, yang diyakini terjadi pada malam ke-17. Pada tahap ini, Al-Quran turun secara utuh, yaitu 30 juz sekaligus.
-. Tahap ketiga adalah turunnya Al-Quran secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun. Setiap ayat turun sesuai dengan kebutuhan umat saat itu, sehingga lebih mudah dipahami, dihafal, dan diamalkan. 

Namun, Buya Yahya menekankan bahwa ada tahap keempat yang sangat penting namun sering dilupakan, yaitu turunnya Al-Quran ke dalam hati umat manusia. "Jangan sampai Al-Quran hanya berada di lidah atau sebatas hafalan, tetapi tidak masuk ke dalam hati kita. Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan bahwa ada orang yang hafal Al-Quran tetapi tidak sampai ke hatinya, hanya di tenggorokan saja," tutur Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan agar setiap Muslim, baik itu pedagang, pejabat, ustaz, maupun masyarakat biasa, menurunkan Al-Quran ke dalam hati masing-masing. Menurutnya, kekayaan materi tidak menghalangi seseorang untuk menjadi kekasih Allah asalkan hatinya penuh dengan nilai-nilai Al-Quran.

"Orang yang akhlaknya terinspirasi oleh Al-Quran akan memiliki perilaku yang santun, penuh kasih sayang, dan peduli terhadap sesama. Mereka tidak akan melakukan kezaliman atau bersikap sombong dengan ilmunya," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya juga mengingatkan para ustaz dan tokoh agama agar tidak hanya pandai berbicara tentang Al-Quran tanpa mengamalkannya. Hal ini karena Nabi Muhammad SAW pernah menyebutkan bahwa ada orang yang pandai mengucapkan ayat-ayat Al-Quran tetapi tidak menerapkannya dalam kehidupan, bahkan terjerumus dalam kesombongan dan riya.

Buya Yahya juga menyampaikan bahwa orang yang hatinya dihiasi dengan Al-Quran akan memiliki akhlak yang luhur dan ibadah yang kuat. Mereka akan rindu kepada Allah dan tetap tenang meski menghadapi berbagai cobaan hidup. Selain itu, mereka juga akan menjaga hubungan baik dengan tetangga dan senantiasa peduli terhadap kaum fakir miskin.

"Inilah yang disebut akhlak Al-Quran, yaitu ketika nilai-nilai Al-Quran hidup dalam hati dan perilaku kita. Jangan sampai kita hanya pandai mengucapkan kalimat Nuzulul Quran, tetapi Al-Quran itu sendiri tidak pernah turun ke dalam hati kita," tegas Buya Yahya.

Buya Yahya mengajak seluruh umat Islam untuk benar-benar menghadirkan Al-Quran di dalam hati, bukan hanya pada lisan dan pikiran. Ia menekankan agar umat Islam tidak hanya memahami sejarah turunnya Al-Quran, tetapi juga menjadikannya pedoman hidup sehari-hari. "Semoga Allah SWT memudahkan turunnya Al-Quran ke dalam hati kita dan hati seluruh umat Islam," pungkasnya.

Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun pertama kenabian dan menandai dimulainya penyebaran Islam. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam, karena Al-Quran adalah pedoman utama bagi kaum muslim.

Peristiwa Nuzulul Quran 
-. Nabi Muhammad SAW sedang gundah melihat masyarakat Arab yang semakin jahiliyah.
-. Nabi Muhammad SAW pergi ke Gua Hira untuk bertahan hidup.
-. Nabi Muhammad SAW merenung dan berkontemplasi untuk menyelamatkan bangsa Arab.
-. Malaikat Jibril menjumpai Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
-. Malaikat Jibril berkata "Iqra (bacalah)".
-. Nabi Muhammad SAW menjawab "Aku tidak bisa membaca".
-. Malaikat Jibril mengulangi hingga beberapa kali.
-. Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama berupa Surah Al Alaq ayat 1-5.

 

Editor : Adel

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut