Festival 'Pring Pethuk' Pekandangan Banjarnegara, Festival Rakyat Serentak Sehari Lunas Bayar PBB

GH Cahyono
Kepala Desa Pekandangan saat menerima secara simbolis pring pethuk dari tetua adat untuk dilakukan kirab sebagai prosesi bayar PBB 'sedina lunas', Kamis (27/2/2025)_GH Cahyono

BANJARNEGARA,banjarnegara.iNews.id - Ada berbagai macam cara dari warga untuk menunjukkan ketaatan terhadap aturan negara salah satunya kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan.

Di Desa Pekandangan Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara terdapat cara yang unik yang dilakukan warga desa tersebut dalam memenuhi kewajiban PBB diantaranya menabung pada bumbung atau celengen yang terbuat dari bambu dan dikemas dengan balutan adat dan budaya. Kegiatan tersebut dinamakan festival 'Pring Pethuk'.  

Pada Kamis (27/2/2025), ratusan warga Desa Pekandangan dengan balutan pakaian adat termasuk membawa berbagai replika alat pertanian berkumpul di tempat pertemuan desa. Selain itu, terlihat juga rumah-rumahan yang dipikul warga dan berisi puluhan bumbung berwarna hitam. Di masing-masing bambu terdapat tulisan pemiliknya, dibuat dengan cat warna putih.

Kepala Desa Pekandangan, Adhi Setiawan mengatakan, bambu tersebut bukanlah bambu biasa melainkan bambu atau pring pethuk. "Bambu tersebut adalah celengan, dalamnya berisi sejumlah uang tabungan yang akan digunakan untuk membayar PBB atau dalam bahasa jawa adalah 'pethuk' atau SPPT," katanya.

Menurut Adhi, pada tengat waktu tanggal pembayaran pajak, bambu tersebut dikirab keliling desa yang nantinya akan dibuka bersama di lapangan desa. "Bambu tersebut dibuka dan isinya langsung dibayarkan kepada petugas pemungut PBB. Jadi dalam sehari itu, warga melunasi kewajiban PBB nya," katanya.

Dikatakannya, kirab pring pethuk sedina lunas ini merupakan peninggalan pendahulu yang menyimpan uang untuk membayar pajak di pring pethuk. Dengan gelaran ini, selain mengampanyekan taat membayar pajak juga mengajarkan kepada warga gemar menabung.

"Dulu orang di sini membayar pajak itu mengumpulkan uangnya di pring (bambu). Dan kebiasaan itu selalu diteruskan selain untuk meringankan pembayaran PBB juga mengajarkan warga gemar menabung. Termasuk menjaga komitmen ketaatan warga terhadap kewajibannya sebagai warga negara," katanya.

Sebelum dilakukan kirab, secara simbolis tokoh ada Pekandangan menyerahkan pring pethuk kepada Kepala Desa mewakili pemerintah desa yang selanjutkan akan dikirab dan dibuka bersama-sama di lapangan desa. Tidak ketinggalan, warga juga membawa sejumlah spanduk untuk mengkampanyekan taat membayar pajak. Seperti, 'Dari Pajak Kita Berpijak', 'Aja Kelalen Mayuh Bayar Pajak', dan lainnya.

Plt Camat Banjarmangu Gaba Tri Sumbarwanto mengatakan, apa yang dilakukan oleh warga Desa Pekandangan merupakan sesuatu yang sangat positif. "Di Kecamatan Banjarmangu, komitmen warga terhadap pembayaran PBB sangat kuat. Selain Desa Pekandangan, ada beberapa desa yang memiliki komitmen kuat bayar PBB sehari lunas," katanya. Dia berharap agar kebiasaan warga Desa Pekadangan dapat dicontoh oleh desa-desa yang lainnya.

Editor : Adel

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network